Hawa Nafsu dan Cara Pengendaliannya

MediaMuslim.InfoNafsu adalah kecondongan jiwa kepada perkara-perkara yang selaras dengan kehendaknya. Kecondongan ini secara fitrah telah diciptakan pada diri manusia demi kelangsungan hidup mereka. Sebab bila tak ada selera terhadap makanan, minuman dan kebutuhan biologis lainnya niscaya tidak akan tergerak untuk makan, minum dan memenuhi kebutuhan biologis tersebut.Nafsu mendorongnya kepada hal-hal yang dikehendakinya tersebut. Sebagaimana rasa emosional mencegahnya dari hal-hal yang menyakitinya.

Maka dari itu tidak boleh mencela nafsu secara mutlak dan tidak boleh pula memujinya secara mutlak. Namun karena kebiasaan orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan emosinya tidak dapat berhenti sampai pada batas yang bermanfaat saja maka dari itulah hawa nafsu, syahwat dan emosi dicela, karena besarnya mudharat yang ditimbulkannya.

Sehubungan manusia selalu diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti hewan dan setiap saat ia mengalami berbagai macam gejolak, maka ia harus memiliki dua peredam, yaitu akal sehat dan agama. Maka diperintahkan untuk mengangkat seluruh hawa nafsu kepada agama dan akal sehat. Dan hendaknya ia selalu mematuhi keputusan kedua peredam tersebut.

Lalu bagaimana solusi bagi orang yang sudah terjerat dari hawa nafsu agar terlepas dari jeratannya? Ia bisa terlepas dari jeratan hawa nafsu dengan pertolongan Allah dan taufik-Nya melalui terapi berikut :

  • Tekad membara yang membakar kecemburuannya terhadap dirinya.

  • Seteguk kesabaran untuk memotivasi dirinya agar bersabar atas kepahitan yang dirasakan saat mengekang hawa nafsu.
    kekuatan jiwa untuk menumbuhkan keberaniaannya meminum seteguk kesabaran tersebut. Karena hakikat keberanian tersebut adalah sabar barang sesaat! sebaik-baik bekal dalam hidup seseorang hamba adalah sabar!.

  • Selalu memeperhatikan hasil yang baik dan kesembuhan yang didapat dari seteguk kesabaran.

  • Selalu mengingat pahitnya kepedihan yang dirasakan daripada kelezatan menuruti kehendak hawa nafsu.
    Kedudukan dan martabatnya di sisi Allah dan di hati para hamba-Nya lebih baik dan berguna daripada kelezatan mengikuti tuntutan hawa nafsu.

  • Hendaklah lebih mengutamakan manis dan lezatnya menjaga kesucian diri dan kemuliaanya daripada kelezatan kemaksiatan.

  • Hendaklah bergembira dapat mengalahkan musuhnya, membuat musuhnya merana dengan membawa kemarahan, kedukaan dan kesedihan! Karena gagal meraih apa yang diinginkannya. Allah azza wa jalla suka kepada hamba yang dapat memperdaya musuhnya dan membuatnya marah (kesal). Allah berfirman : Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan demikian itu suatu amal shaleh. (At-Taubah:120). Dan salah satu tanda cinta yang benar adalah membuat kemarahan musuh kekasih yang dicintainya dan menaklukannya (musuh kekasih tersebut).

  • Senantiasa berpikir bahwa ia diciptakan bukan untuk memperturutkan hawa nafsu namun ia diciptakan untuk sebuah perkara yang besar, yaitu beribadah kepada Allah pencipta dirinya. Perkara tersebut tidak dapat diraihnya kecuali dengan menyelisihi hawa nafsu.

Janganlah sampai hewan ternak lebih baik keadaannya daripada dirimu! Sebab dengan tabiat yang dimilikinya, hewan tahu mana yang berguna dan mana yang berbahaya bagi dirinya. Hewan ternak lebih mendahulukan hal-hal yang berguna daripada hal-hal yang membahayakan. Manusia telah diberi akal untuk membedakannya, jika ia tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang berbahaya atau mengetahui tetapi lebih mendahulukan yang membahayakan dirinya maka jelas hewan ternak lebih baik dari pada dirinya.

(Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Asbaabut Takhallush minal Hawaa oleh Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah)

& Komentar

  1. moh.shalhan berkata,

    April 2, 2007 pada 9:58 am

    “sesungguhnya sebaik-baik cara untuk mengekang hawa nafsu adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah melalui cara2 yang tertentu seperti yang telah rosul contohkan kepada kita”

    • hafiz berkata,

      September 27, 2009 pada 2:29 pm

      ya kaya gimana cara2 tertentu dan yang diocntohkan rasul tolong jawab dan jelaskan secara terperinci terima kasih w.s

      • hafiz berkata,

        September 27, 2009 pada 2:36 pm

        cinta itu emas,emas itu kuning,kuning itu tai jadi jngan mau di perbudak oleh yang namanya cinta yang akan membawa peyesalan kelak karena dgan cinta itu membuat manusia di perbudak hawa nafsunya……w.s

  2. Agung berkata,

    Mei 2, 2007 pada 4:25 pm

    Solusi integral & realisasi pada akhlak islam dalam tantangan modernisasi.

  3. Agung berkata,

    Mei 2, 2007 pada 4:27 pm

    Solusi integral & realisasi dalam akhlak islam ?

  4. AJ berkata,

    Juli 9, 2007 pada 10:39 am

    “hadapilah kehidupan dengan tenang sesungguhnya Allah tetap bersama orang-orang yang beriman”.

  5. Handaka berkata,

    September 14, 2007 pada 1:22 am

    semakin dilarang maka semakin menjadi.
    nah, agar tidak terjadi…
    pertama-tama bangun niat yang kuat untuk berubah. Bukan dengan paksaan, namun dengan pengetahuan “kenapa hal ini harus dihilangkan”. Hal ini merupakan dasar perilaku manusia tanpa pemahaman (ilmu) tersebut mustahil manusia dapat menjalankan perilakunya.
    trus, hindari jalan-jalan yang membawa pada kesempatan tuk bebuat demikian, pasti deh gak kepikiran.
    Nah satu hal yg sulit adalah cari inti masalahnya, kenapa kamu menginginkan itu? baru kamu tahu mana yang harus dirubah. kalo hanya merubah pinggirannya aja, maka seperti orang mengobati types dengan obat anti panas (karena gejala yg nampak panasnya, kan).
    Yakinlah Allah Menolong Orang-orang yang menolong agamanya….

  6. abu ariqah berkata,

    September 18, 2007 pada 4:57 pm

    Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan demikian itu suatu amal shaleh. (At-Taubah:120).

    Hmmm….mungkinkah tempat itu disebut diskotik? tentu bukan…tempat itu adalah tempat darah tertumpah, medan jihad dan perang fii sabilillah, buku-buku yang membangkitkan amarah musuh Allah, termasuk blog-blog yang membuat tidak nyaman pengikut-pengikut shaithaan…wallaahu a’lam…blog yang menarik, jazakumullah khairan jazaa..

  7. itak berkata,

    September 20, 2007 pada 12:37 pm

    kalau saya sih….gampang…..
    cintailah cinta..

  8. Ima berkata,

    Oktober 4, 2007 pada 3:40 pm

    Ya…semua tergantung iman pada diri kita koq. Kalo di dasari keimanan yang kuat dan takut akan siksa Alloh, Insyaalloh kita selalu dilindungiNya dari Nafsu syahwat yang menyesatkan. But it’s not easy….karena setan juga seneng liat kita terjerat oleh rayuannya. Pasrahin aja ma Alloh kalo emang susah ngendaliin hawa nafsu, toh segala sesuatu yang tercipta dari Alloh akan kembali pada Alloh juga kan????

  9. fatchurrachman berkata,

    Februari 12, 2008 pada 9:43 pm

    bagaimana kita bisa mengolah jiwa kita karena dalam jiwa terdapat jiwa nabati,hewani,insani jd bagaimana kita menjauhkan jiwa hewani yang ad pd diri kita menuju anafs annatiqah yg sempurna….tuk mjd anafs almutmainnah…hai jiwa yang tenang kembalilah kpd tuhanmu dg rido dan diridoi,dan masuklah kedalam golongan hamba hambaku dan masuklah kdalam surgaku…….”:dalam jiwa terdapat dua potensi keburukan dan ketakwaan:”

  10. Maret 18, 2008 pada 7:53 am

    [...] Religi Hawa Nafsu dan Cara Pengendaliannya [...]

  11. Tebo berkata,

    Maret 29, 2008 pada 2:12 pm

    menurut saya,akhlak itu merupakan suatu pemikiran yang mengarah kepada islam yang berguna sebagai bekal kita untuk mencari ap itu arti hidup. Sangat tidak mungkin kita hidup di dunia ini tanpa ada tujuan,.Bila akhlak kita dipengaruhi hawa nafsu maka mungkin dapat menanamkan sifat yang tercela,yaitu tunduk trhdp hawa nafsu.

  12. eric berkata,

    Mei 5, 2008 pada 6:05 pm

    sangat bagus bagi yang butuh bimbingan,

  13. orang yang butuh ilmu agama berkata,

    Mei 18, 2008 pada 6:44 pm

    islam mengajarkan kepada sesamanya untuk saling menolong.. maka dari itu, kiranya saudara ku dapat mengirimkan e_mail yang baik dan bermanfaat kepada saya untuk tetap berada di jalan ALLAH SWT. terima kasih sebelumnya

  14. NN berkata,

    Mei 30, 2008 pada 8:37 am

    NAFSU..kesenangan sesaat penyesalan/kepedihan hati yang tersisa..Kapan smuanya akan brakhir,Setan menang !!!

  15. NN juga berkata,

    Juli 14, 2008 pada 9:18 am

    Teori gampang..prakteknya…uuugggrrrhhhh

  16. arif berkata,

    Oktober 9, 2008 pada 12:17 pm

    nafsu adalah fitrah,tapi nafsu yang diridhoi alloa itu yang baik.maka kita harus lebih dekat pada alloh jikalau ingin mendapat ridhoNya.karena memperturutkan hawa nafsu adalah kesenangan sesaat,…kuncinya dengan iman dan sabar .SELAMAT BERJUANG!!!!!!

  17. Nazi berkata,

    Oktober 21, 2008 pada 3:51 pm

    siapa yang bisa menahan hawa nafsu dialah pemenangnya…coba deeh

  18. zaki berkata,

    November 3, 2008 pada 9:33 pm

    emang betul apa yang disampaikan diatas,,,
    saya mau nanya… ada dak do’a yang khusus (bisa) dibaca disaat datangnya nafsu itu, baik itu nafsu sahwat, emosi, nafsu ingin menguasai, atau semua hal-hal yang berbau jelek yang berhubungan dengan pengendalian nafsu dan emosi itu….

  19. fahmi berkata,

    Desember 3, 2008 pada 11:31 am

    nafsu…atribut kita sebagai manusia, ia mutlak adanya.
    kadar iman bisa dilihat dari sejauh mana dia mengendalikan nafsunya, bukan dari banyaknya dia beribadah. yakinkan pada diri kita bahwa Allah maha melihat setiap waktu dan kejadian yang kita lalui..insyallah akan mencegah kita dari bermaksiat. ibnu qoyyim aljauzi mengatakan ” boleh jadi org yang mampu mengekang hawa nafsu tapi lbh sedikit amal ibadah lebih berhak masuk surga dari pada orang yang byk beribadah namun banyak pula maksiatnya”..dia juga berkata..mengendalikan hawa nafsu lebih mudah dari pada meliarkannya..
    jd, latihlah mengekang hawa nafsu..kita akan merasakan betapa manisnya iman.
    wallahu’alam.

  20. handr berkata,

    Januari 10, 2009 pada 4:10 pm

    “orang yng paling kuat adalah orang yang bisa menahan hawa nafsu”
    “jangan sampai kita jadi budak nafsu”
    “nafsu adalah jamuan termanis dari syetan so waspadalah n jangan berani-berani mendekati”

  21. paryadi berkata,

    Januari 24, 2009 pada 5:49 am

    untuk melawan hawa nafsu kita harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada allah swt.

  22. Cha berkata,

    April 6, 2009 pada 3:06 pm

    saya sedikit mengutip firman Allah SWT, yang kurang lebihnya berbunyi seperti ini “Jika kita tidak mampu menahan nafsu/syahwat, maka berpuasalah” Alhamdulillah sdikit-banyak komentar teman2 skalian, memberi kekuatan yang luar biasa kpd saya… smoga slalu menjadi hamba yang disayang oleh NYA yang Maha Penyayang… Amien…

  23. Abdusshomad berkata,

    Mei 9, 2009 pada 11:39 am

    Saya masih merasa banyak sekali kekurangan, dosa, kekhilafan, maka saya masih perlu belajar dengan yang lebih tinggi dan bisa dikatakan lebih keras dalam berjuang mengangkat Agama Allah SWT.

    Allahu Akbar
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar

  24. iyan berkata,

    Mei 30, 2009 pada 1:23 pm

    Hawa nafsu adalah musuh utama manusia, jadi kita harus memeranginya. Tyusss,,,gimana qt memeranginya jk qt tidak mempunyai iman yang kuat,,,?kta temenku qt harus membelokkan nafsu itu kearah yang positif,,,misalnya apa dunk? nahh ntu yang harus kita cari tau lagi,,,,hehe

  25. umat mu berkata,

    Juni 9, 2009 pada 4:42 pm

    ya solat..dan puasa

  26. kank_ripay berkata,

    Juni 21, 2009 pada 10:54 pm

    walah.. makasih..

  27. cloud berkata,

    Juni 27, 2009 pada 1:45 pm

    d

  28. umatMu berkata,

    Juli 9, 2009 pada 7:27 pm

    hanya kepadaMu ya Alloh Aku serahkan hidup dan Matiku…sesungguhnya engkau Maha mengetahui segala persoalan dibumi dan di akhirat..

  29. umatMu berkata,

    Juli 9, 2009 pada 7:37 pm

    kesabaran dan keikhlasan hati adalah jawaban dari segala persoalan…tidak ada manusia yang bodoh didunia ini hanya manusia malas yang banyak didunia ini.!!!!!

  30. zafirah berkata,

    Juli 13, 2009 pada 2:07 pm

    ya Allah,jgn lah Engkau mbiarkan kami idup dalam kjahilan dan bertuankan hawa nafsu…amin

  31. abas berkata,

    Juli 14, 2009 pada 7:46 pm

    bismillahirrohmanirohim moga Allah memberikan kekuatan dalam memerangi diri sendiri…dan tetap istiqomah untuk memeranginya

  32. ayu berkata,

    Juli 18, 2009 pada 6:50 pm

    susah klu nahan hawa nafsu jaman skrg, soalnya tergantung juga dari keadaan… klu bnyak godaan ya agak susah….
    tapi klu orang orang yang hidupnya gak bnyk godaan ya,,, gampang2 aja nahan hw nafsu…..
    bwt q seberapa bnyk godaan itu ada, n seberapa mampu qta ngatasinnya itu yang lebih baik…
    qta g bisa terus menutup diri dari dunia luar yang emang penuh godaan….

  33. Vitrho berkata,

    Juli 20, 2009 pada 11:09 am

    Syukron katsiiroo atas sharing tips-tipsnya buat mwngontrol hawa nafsu…

    Kalo boleh ana menambahkan, dari sebuah hadist rasul ini kita juga bisa mendapatkan tips untuk mengontrol hawa nafsu, especially buat kita-kita para pemuda yang selalu dibombardir oleh tayangan-tayangan yang mengundang syahwat…
    “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu menikah, maka menikahlah karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Maka siapa saja yang belum mampu, baginya BERPUASA, karena puasa itu adalah perisai” (HR Bukhari, Muslim)

  34. September 6, 2009 pada 6:30 pm

    jazakallahu khairan katsiran

  35. erong berkata,

    September 25, 2009 pada 9:14 am

    bagaimana cara menghilangkan nafsu dalam diri manusia ??

  36. toe_hyoun berkata,

    November 6, 2009 pada 9:57 am

    Sesungguhnya hamba ingin kembali kejalanmu yang benar,…hamba cinta padamu ya Allah.

  37. ali m.b. berkata,

    November 12, 2009 pada 2:02 pm

    matursuwun atas ilmunya

  38. Labib berkata,

    November 28, 2009 pada 8:40 pm

    Teman tolonglah aku,aku selalu terjerat dalam nafsu syahwat,niatku untuk melwan nafsu ini selalu gagal,ini berdampak bgt bwt ibdah sya kpda Allah,dan bwt msa dpn. Ya Allah aku takut.

  39. ryan berkata,

    November 29, 2009 pada 9:42 am

    aku hanya manusia bukan malaikat, seorang kyai pun atau para ulama hanya omong kosong dapat menahan hawa nafsu mereka sendiri, lalu bagaimana dengan kita????

  40. Ade Sodikin berkata,

    Desember 17, 2009 pada 9:43 pm

    teman sy minta nasihat dunk yang mudah untuk dapay mengekang hawa nafsu saya… Ya Allah berilah pertolongan kepada saya


Tulis sebuah Komentar