Ketika Fajar Menyingsing

MediaMuslim.Info – Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Alloh Subhannahu wa Ta’ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat.

Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita: “Biasanya Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi.” (HR: Muslim)Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar meng-amalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang mengamalkannya.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR: At-Tirmidzi)

(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)

2 Komentar

  1. Muhamad Abduh Muttaqien said,

    Januari 8, 2007 pada 5:47 pm

    Subhanallah, Begitu besar nilai ganjaran yang didapat tapi masikah ada diantara kita yang mengikutinya ?

  2. Aris S said,

    Januari 9, 2007 pada 4:55 am

    Berbaik Sangka adalah ajaran Rasul, namun berburuk sangka adalah ajaran Orang-Orang yang merasa dirinya paling benar dan mengabaikan kebaikan orang lain.

    @Muhamad Abduh Muttaqien
    Sepengetahuan saya antum adalah salah satu anggota LBIA Yogya, yang menjadi pertanyaan saya, apakah orang-orang LBIA (yang mengaku salafy murni) telah melaksanakannya dengan baik atau hanya sekedar teori da hanya menghujat atau menfitnah orang lain yang tidak satu bendera dengan anda.

    Fakta membuktikan, kelompok LBIA mapun Ma’had Ilmi yang dibangunnya adalah kelompok Orang-Orang yang “suka” mencari “kajian dan Ilmu”, tapi lupa dengan amalan, bahkan sangat kacau dan bertentangan. Bahkan mendatangkan keburukan bagi masyarakat, perekonomian dan kehidupan beragama.

    Lihatlah banyak dari anggota kelompok ini yang hanya memuja uang. Kalau antum nyumbangin banyak uang pasti dipuji, meskipun antum ahli maksiat dan ahli thogut. inilah hakekat mereka termasuk orang yang berinisial MAM ini.

    Dan juga lihatlah mereka, beberapa pengajar mereka yang sok alim, namun ketika didunia kerja jadi suka “jajan” Perempuan. Kalau mereka balik atau liburan di Yogya tetap seakan orang yang alim dan bersih. Berjubah, berjenggot, Celana Gantung, meskipun “anunya” suka “jajan” kemana-mana.

    Kalau tidak percaya, buktikan sendiri. Oh ya satu lagi, orang-orang ini sukanya menjadi budak Yahudi dan Nasrani. Mereka mencela kita yang ketika muda kerja keras membangun usaha. Alasannya habiskan waktu. Mereka lebih rela jadi budak bahkan memuji kaum Yahudi dan Nasrani agar bisa mendapatkan sesuap nasi. Inilah Amalan mereka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: