Kasih Sayang Rasulullah

MediaMuslim.Info – Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Alloh Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR: Al-Bukhari)

Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha –istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasululloh, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR: Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasululloh, Anda menangis?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Ini adalah rasa kasih sayang yang Alloh Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR: Al-Bukhari)

Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR: Al-Bukhari)

Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.

Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata, yang artinya: “Demikianlah yang dilakukan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)

Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.

Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, yang artinya: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR: Al-Bukhari)

Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu.

Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)

Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan, yang artinya: “Rasululloh sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)

Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasululloh dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)

Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan, yang artinya: “Aku masih ingat saat Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.” (HR: Muslim)

Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda, yang artinya: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Alloh, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR: At-Tirmidzi)

Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)

About these ads

76 Komentar

  1. dya said,

    Mei 31, 2007 at 12:09 pm

    assalamualaikum wr. wb

    semoga kita dapat mengamalkan tuntunan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
    amin.
    :)

    • fitri said,

      Agustus 3, 2010 at 4:21 pm

      Hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus. bagaimana cara nya saya bisa memiliki hati yg seperti itu ya…..??????

    • fitri said,

      Maret 26, 2012 at 2:53 pm

      baagus

  2. gita said,

    September 25, 2007 at 8:10 pm

    ass, benar emang orang yang keras hati tidak mengenal kasih sayang, saya mw tanya n klo bisa dikasi kata-kata mutiara bagaimana menghadapi melunakkan orang yang keras hati agar dia mengenal apa itu kasih sayang. makasiiiiii

    • fitri said,

      Oktober 22, 2011 at 2:19 pm

      doakan biar mendapatkan rahmat dan hidayah aminnnnnnn

  3. safiq said,

    November 4, 2007 at 2:18 pm

    Semoga semua orang tua di dunia mendidik anak-anak mereka dengan baik. Karena masa depan dunia ini mau tidak mau pasti akan jatuh ke tangan anak-anak kita juga. Semoga mereka menjadi pemimpin yang jujur,adil dan peduli pada anak yatim dan kaum fakir miskin.
    Amiin. . . .

    • fitri said,

      Oktober 22, 2011 at 2:20 pm

      aminnnnnnnnn smoga pemimpin kita mendapatkan hidayah

  4. hajar said,

    November 6, 2007 at 3:01 pm

    salam!

  5. ASRI MIHARTI said,

    November 9, 2007 at 3:25 pm

    aku sangat merindukan rasulullah

  6. haura_salsabillah said,

    November 9, 2007 at 3:32 pm

    ASLM,
    saudaraku tetaplah berjihad di jalan Allah

  7. nur hasanah said,

    November 9, 2007 at 3:39 pm

    ASLM
    raaulullah adalah manusia yang luar biasa, yang bijaksana, penyayang, selalu membuat kita merasa rindu pada-Nya. thanks ya rasul.,,,.

  8. Andi PU said,

    Desember 3, 2007 at 10:16 pm

    Kasih Sayang Rasulullah,suri tauladan yang baik

  9. wahyukresna said,

    Februari 11, 2008 at 1:38 pm

    semoga saja kita sebagai umatnya bisa mendapat syafaatnya…

  10. khalida said,

    Februari 12, 2008 at 10:20 am

    assalamu alaikum

    Rasullah adalah makhluk Allah yang paling mulia yang sengaja Allah kirim ke muka bumi ini supaya menjadi suri teladan bagi kita para keturunan adam.

  11. asni said,

    Februari 12, 2008 at 10:31 am

    Asssalamu ALAIKUM
    Rasulullah adalah hamba yang paling sempurna dibumidan diakhirat.dan merupakan uzwah dan kudwa bagi setiap manusia.rasa kasih sayangnya pun kepada anaknya begitu besar membuat kita bersrdih hati.semoga kita dapat mencontohi akhlak beliaudan sahabat-Nya.AmiEnNnN.
    wASSAlamualaikum
    JazaKUMULLah kHAIr…

  12. e.sopian said,

    Februari 24, 2008 at 10:45 am

    Assalamu’alaikum.
    TETAP ISTIQOMAH……..!!!!!

  13. Februari 28, 2008 at 7:20 pm

    ASKUM………..
    ROSULLAH adalah suri tauladan yang patut kita contoh, terutama tntg beliau yang menyayangi umatnya

  14. linaen said,

    April 25, 2008 at 10:19 am

    Alhamdulillah selesai membaca artikel di atas, dapat dipetik nasehat yang sangat bagus dalam mendidik anak. kadang anak sangat rewel sehingga kita kurang sabar dalammenghadapi anak kita.

  15. Ika_wahyuni said,

    Mei 24, 2008 at 3:16 pm

    Alhamdulilah, Puji syukur pada Allah…

    Bagiku Rasulullah adalah penuntunQ…

    nggak perduli 1000x aku membaca artkel dan kisah2 beliau, 1000x pula air mata ini menete dari pelupuk mataQ…

    semoga beliau senantiasa ada si hati kita semua….

    aamiin
    yarobbal alamin

    wassalamualaikum

  16. Ika_wahyuni said,

    Mei 24, 2008 at 3:19 pm

    Alhamdulillah, Puji syukur pada Allah…

    Bagiku Rasulullah adalah penuntunQ…

    nggak perduli 1000x aku membaca artikel dan kisah2 beliau, 1000x pula air mata ini menetes dari pelupuk mataQ…

    semoga beliau senantiasa ada di hati kita semua….

    aamiin
    yarobbal alamin

    wassalamualaikum

  17. zai said,

    Juni 29, 2008 at 9:31 pm

    semga smua bisa menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seseorang

  18. lulu said,

    Juli 26, 2008 at 1:14 pm

    Assalmu ‘alaikum…

    semoga kita termasuk orang yang berkasih sayang karena Allah

  19. aiz said,

    Agustus 5, 2008 at 1:48 pm

    Assalammualaiku WR.WB…

    SmGa Qt MnJd OrG yG pLnG Di CyAnK oLeH 4JJ1 SWT…AMIN..

  20. A'an said,

    Agustus 11, 2008 at 1:07 pm

    Assalamu’alaika Ya…Rosulullah….
    Assalamu’alaikum Ya….Muslimun…

  21. Agustus 11, 2008 at 1:42 pm

    [...] Menangislah untuk Rosululloh… – Kasih sayang Rosululloh SAW… [...]

  22. Niena an_nisaa . . said,

    September 8, 2008 at 12:05 pm

    AssaLamualaikum. . .ya . . . Rasulullah
    AssaLamualaikum. . .ya . . . akhi, ya ukti . . .
    Ya Rasulullah salmun alik,
    ya rofi asyaniwaadaroji…
    subhanallah . . .
    maha suci allah, yang telah m’ciptakan seorang manusia yang penuh rasa cinta,
    bukan hanya kepada anank2, tapi juga kepada Qta,umatnya . . .
    apakah pernah bisa Qta seperti beliau. . .
    hanya Rosulullahnya yang bisa,tp Qta ttp hrs b’usaha menjadi sepertiNya,
    kami rindu padaMu,ya Rasulullah . . .
    allahumma sholi ala Syayidina,wa syafiina,wa maulana,Muhammad. . .
    allahumma sholi wa salim wa barik alaih, sholu alih. . . .

  23. Ajaran said,

    Oktober 24, 2008 at 5:27 pm

    Perlu sebuah pengajaran yang jelas bagi anak untuk mencerna semua ajaran dan pemahaman baru

  24. Nurhamidi said,

    November 26, 2008 at 8:55 am

    Assalamualaikum……

    sye sbgai umat islam n shbat islam Rasulullah akn slalu mngikut cre sperti Mu.. Ya Rasulullah sye ingin sgt nk jdi sprti Mu yg slalu pnuh ksih syg pd umat-umat Mu…insya Allah ya Rasulullah..sye akn jdi sprti Mu…

    Assalamualaikum….salam umat-umat Mu…

  25. sarah said,

    November 28, 2008 at 11:03 am

    artikelnya bagus bgt

  26. LISTY said,

    Februari 5, 2009 at 12:51 pm

    ass. semoga kita dapat mencontoh suri tauladan rasulullah SAW dan kita dapat menambah keimanan kita pada Allah SWT.

  27. NUR HAFNY W. said,

    Februari 5, 2009 at 12:56 pm

    ass. smoga kita menjadi hamba allah yang yang selalu mengikuti jejak rosulullah SAW

  28. immawan Ferry & immawati Fhany said,

    Februari 13, 2009 at 9:26 pm

    Assalam.Wr. Wb.
    Insya Allah selama kita masih hidup di dunia ini kita bisa memberikan kasih sayang kepada siapapun tanpa memandang status orang lain itu dan tanpa mengharapkan apapun dari orang lain.
    Billahi fisabilil haq fastabiqul khairat assalam. wr. wb.

  29. Mulyono said,

    Maret 16, 2009 at 1:00 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Saya ingin sekali punya rasa kasih sayang seperti kasih sayang yang di miliki rasulullah.

  30. iqbal said,

    Maret 19, 2009 at 2:07 am

    semoga kita dapat meneladani akhlak dari Rosululloh SAW. Allohhimma Sholli *alla Muhammad

  31. dada said,

    Maret 29, 2009 at 6:45 pm

    Assalamuallaikum wr. wb.
    betapa sangat menyenangkan andai aku bisa memiliki seseorang yang seperti rasulullah, meski tidak 100%, dan andai aku bisa pula memberikan kasih sayang yang ada dalam diri untuk semua orang seperti rasulullah..betapa bahagia itu akan berlipat ganda.. namun, akan kah semua itu menjadi sebuah realita, di mana kasih sayang sudah berpoles kepalsuan.. oleh kerasnya kehidupan… ????

  32. adam jaka said,

    April 13, 2009 at 10:43 am

    sebuah kasih sayang berasal dari hati, dan tak di ketahui oleh banyak orang !

  33. fairuz said,

    April 24, 2009 at 6:47 pm

    assalamualaikum

    alhamdulillah syukur pdMu ya Allah
    dpt jua aku ketahui rahsia hti kekasihMU ya Allah..
    akn ku cb mengikuti sunnah2 kekasihMu..
    terima kasih ya saudara.. teruskn pjuangan.. wassalam

  34. ukhtiwi said,

    Mei 2, 2009 at 11:32 am

    subhanallah . . . bergetar hebat hatiku membaca kisah di atas . . . syukan yak . . . ^_^

  35. Ukun said,

    Mei 15, 2009 at 11:21 pm

    assalamualaikum

    Subhanallah… Betapa mulianya hati & perbuatannya Ya Rosull lilah..
    sejuk hati ini membaca kisah ke kasihMu ya Allah.

  36. adrian said,

    Mei 16, 2009 at 7:12 am

    tulisannya saaia copy iiah…

  37. cewex_@$ said,

    Juni 11, 2009 at 12:37 pm

    YAA SAYYIDII YAA RASULULLAH..
    ” Duhai Pemimpin kami..Duhai Utusan ALLAH..”

    Wahai Rasulullah..sNantiasa tUntun uMat-uMAt Mu yG hiNA ini..sMoga ALLAH seLALu Memberikan jaLAn yG lurUS kePAda kami, daN seNAntiasa diBeRi kemaMpuaN uNtuk meneLadani akHak muLia PanjenenGan wahai Rasulullah..

  38. Dwi Rezky said,

    Juni 17, 2009 at 12:14 pm

    Ya RasuL kami rindu….dgn smua sifat mu,,,

  39. syadzarfia said,

    Juli 9, 2009 at 2:18 pm

    subhanallah…sungguh indah kasih sayang yang dimiliki Rasulullah SAW.

  40. haji syamsu said,

    Juli 17, 2009 at 2:30 am

    kajayaan dan kesuksesan hidup didunia dan akhirat hanya ada pada amalan agama yang sempurna,dengan menjalankan sunnah baginda Rasullullah

  41. hanifah said,

    Juli 28, 2009 at 2:38 pm

    bgus bgt,,,,,,,,,,,

  42. alkindi said,

    Agustus 13, 2009 at 2:28 pm

    Kami rindu pada mu, duhai baginda Rasullulah saw

  43. awatif77 said,

    Agustus 29, 2009 at 3:32 am

    alangkah bahagianya jika suamiku mengikut seperti Rasullullah saw…

  44. awatif77 said,

    Agustus 29, 2009 at 3:33 am

    Tapi aku menjadi mangsa tangan nya… kerana di hatinya tak pernah ada rasa kasih sayang padaku walaupun aku dalam sarat mengandung dulu…

  45. awatif77 said,

    Agustus 29, 2009 at 3:35 am

    Terasa diri teraniaya dan dipersenda lantaran mengahwini lelaki yang hanya mengikut telunjuk ibunya… Cuma anak2 menjadi penguat semangatku. Semoga Allah membuka pintu hati suamiku kembali ke pangkal jalan dan menyayangi aku dan anak2… amin…

  46. Yudi said,

    September 9, 2009 at 6:20 pm

    Ijin copy artikel 2 nya untuk di blog saya…..

  47. Dedi Ramdani said,

    September 19, 2009 at 12:00 am

    kasih sayang adalah tahapan final dari perjalanan cinta wahai saudara-saudaraku….!!!

  48. nasruddin said,

    November 14, 2009 at 11:03 am

    SUBAHANALLLAH…..Maha suci Allah swt dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah swt dan Muahammad adalah hambah Allah dan rasulAllah…wahai kawan dan sebathin dangan saya..patut kita bersyukur dapat hidup di zaman sekarang zaman alam maya yang menghubungkan kita satu dengan yang lain semoga ini juga adalah penyambung pikiran ,rasa dan iman kita kepada anak 2 cucuk kita nanti…agar cinta kita kepada rasul tdk terputus hanya karena perbedaan zaman …perbedaan kita denga rasulullah adalah beliau di utus oleh Allah ..tapi persamaan kita dengan beliau adalah kita sama -sama-HAMBAH – ALLAH swt…ketika kita percaya kahwa kita adalah pelanjut risalah rasulullah maka ketika itu tidak akan ada lagi yang mengaku Nabi….setelah Nabi Muhammad Saw….karna settinggi-2 iman kita atau sedalam -dalam penelusuran iman dan ilmu kita maka ..tidak akan kita menjadi sommbong karna kita selalu yakin dengan syahadat kita …..”..muhamadan abduhu. warasuluhu “….amin ???…kita adalah Hambah Alla SWT……semua akan berahir…yang kekal adalah iman kita…

  49. Oedie said,

    Desember 14, 2009 at 9:01 am

    AllahuAkbar…semoga kita semua dilimpahkan karunia dan hati yg ikhlas untuk mensyukuri nikmat Allah Swt…

  50. vina said,

    Desember 20, 2009 at 9:50 am

    Subhanallah….Bismillahirrohmanirrohim….mg Allah sllu beri taufik, rahmat, hdayah n ridlona pd qt….
    RosulAllah beri safaat jg pd qt….Amien ya Allah………….

  51. hanan said,

    Desember 22, 2009 at 1:21 am

    alhamdulillah…
    bagus…

  52. Yaya said,

    Maret 27, 2010 at 3:29 pm

    Ulun katuju banar kesahnya ngini, Apalagi amunnya kita manghayati banar
    Rasanya taumpatan jua kadalam zaman dahulu.
    Rasa handak jua baisian sifat kaya Rasulullah SAW
    Mudah2an kita kawa maniru sifat Rasulullah SAW. Nabi Akhir Zaman…
    Aminnn….. Ya Allah Ya Rabbal ‘alamin…..!!!!

  53. Vivi Novianty said,

    Maret 31, 2010 at 2:25 pm

    Subhanallah.. Tidak ada kesabaran yang melebihi kesabaran Rosulullah SAW dimuka bumi ini.

  54. senah_tipah said,

    April 2, 2010 at 4:47 pm

    Salam..

    YA ALLAH..
    Aku begitu merinduimu YA RASULULLAH…
    Kau manusia terbilang yang tiada tandingannya..
    YA ALLAH..
    Tempatkanlah RAsulullah di tempat tertinggi yang telah engkau janjikan sesungguhnya engkau tidak memungkiri janji..

    SElawat & Salam Ya RAsulullah..
    AL-FAtihah buat RAsulullah tercinta..
    KAsih SAyangmu akan kekal abadi dalam ingatan & hati2 kami..
    TErima kasih YA ALLAH, TErima KAsIh YA RASULULLAH..

  55. q.fza (servant of ALLAH) said,

    April 2, 2010 at 4:49 pm

    Salam..

    YA ALLAH..
    Aku begitu merinduimu YA RASULULLAH…
    Kau manusia terbilang yang tiada tandingannya..
    YA ALLAH..
    Tempatkanlah RAsulullah di tempat tertinggi yang telah engkau janjikan sesungguhnya engkau tidak memungkiri janji..

    SElawat & Salam Ya RAsulullah..
    AL-FAtihah buat RAsulullah tercinta..
    KAsih SAyangmu akan kekal abadi dalam ingatan & hati2 kami..
    TErima kasih YA ALLAH, TErima KAsIh YA RASULULLAH..

  56. titik ibunya raisya said,

    Juni 13, 2010 at 7:18 pm

    ass…..
    ya rosulallah……ya habiballah….terimalah kami sebagai umatmu
    ya rosulallah……ya habiballah….kami rindu padamu…
    terima kasih atas cerita diatas,mengingatkan saya untuk lebih sabar lg dalam mendidik anakku….

  57. milga said,

    Juni 23, 2010 at 5:59 pm

    cinta yg abadi adl cnt kpd allah………

  58. arifyahya said,

    Agustus 9, 2010 at 9:17 pm

    ”Semoga kita diakui sebagai ummat Rosululloh SAW”amiiin.

  59. ikhsan said,

    September 22, 2010 at 10:48 pm

    Yaa Rosulullah Yaa Habiballah… Kami Rindu PadaMu

  60. fery said,

    Oktober 6, 2010 at 9:34 am

    aku mencintaimu y allah aku mencintaimu ya rasul…mdh2an qta semua selalu ada d jalan allah dan rosulnya…amiiin..

  61. syarif hidayatullah said,

    November 24, 2010 at 1:02 pm

    ya Allah ,, smga smua umt muslim d’dunia ini trmsuk orang2 yg Engkau kasihi dan syangi, trmsuk aku dan orang tua ku. aamiin ….

  62. muhammad said,

    November 29, 2010 at 11:10 pm

    this good ,nice to meet you all.

  63. Februari 4, 2011 at 6:30 pm

    Subhanallah….,artikel yang bagus sekali. mudah-mudahan kita selalu menjadi umat yang taat kepada Allah,,,amin.

  64. Maret 2, 2011 at 11:00 am

    Assalamualaikum Wr.Wb…………………

    Sesungguhnya di dlm diri ROSUL trdapt contoh yg baik.Kasih sayang bliau tiada batas bgi umatnya,yg mnghrp syapa’tnya di yaumil akhir………….Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.

  65. ozzy billy shulaighman said,

    April 4, 2011 at 8:37 am

    saya mau tanyaa ; apa mesti berpacaran itu harus ketemu.. bkannya kata bapaku bukan muhrimnya dan lebih baik menjaganya….

  66. rizal said,

    Mei 28, 2011 at 11:32 am

    sungguh mulia Baginda Rosullullah, bagi yang ingin membeli kaligrafi unik kunjungi http://www.elbaraka-kaligrafi.co.cc dijamin satu2nya di Indonesia

  67. Mochamad Rifai said,

    Juni 28, 2011 at 2:56 pm

    Saudara ku yang dimuliakan Alloh , mari perbanyak membaca Al-Qur’an , sholawat nabi , istighfar , mudah2an hidup kita makin barokah .
    Mari kita contoh akhlaq Rosullulloh , semoga kita kelak berdampingan dengan Rosullullah ,
    Allohumma sholli ala Muhamad , solatan tuwasiuna biha alainal arzaq , watuchasuna biha lanal achlaq
    Ya Alloh , sandingkan kami kelak di surga bersama Rosululloh , amin

  68. tori amdKep said,

    Oktober 14, 2011 at 3:48 pm

    Assalamuaikum….Rasullah patut kita teladani karna beliau suri tauladan yg baik sebagai contoh kasih dan sayangnya kepada anak-anak dan bersenda gurau dengannya,sampai sampai dlm sebuah riwayat seorang anak kecil ingat bahwa Rasullulah pernah memandikannya sewaktu usianya berumur lima tahun.Sangat Dekatnya Rasullulah dengan anak – anak sehingga beliau memberi nasehat kepada mereka…sebagai bukti kasih dan sayang beliau.
    Sebagai orang Tua kita hendaknya menyayangi anak-anak kita jangan biarkan mereka kehilangan masa masa mereka dengan yang kurang baik.

  69. Oktober 29, 2011 at 12:42 pm

    [...] transaksi puluhan ribu kali secara online jaket online Mouse here forRelated LinksRelated LinksKasih Sayang RasulullahIncoming search terms:jaket anak perempuanjaket bayibayi gauljaket bayi perempuanmodel jaket untuk [...]

  70. Februari 23, 2012 at 6:26 am

    allohumasholi’ala Muhammad,,,, semoga Uswah yang terpancar dari diri Rosululoh senantiasa kita teladani,, amin…..

  71. fitri said,

    Maret 26, 2012 at 3:01 pm

    amin ya rabbal’alamin

  72. fitri said,

    Maret 26, 2012 at 3:06 pm

    aamiiiin; ;


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: